aku tak faham langsung dengan budak
zaman sekarang ni
dorang ni
asyik pentingkan dunia jer
ni yang buat aku geram ni
cuba korang bayangkan
budak yang baru jer masuk kat kolah aku
bulan 3 dah naik kepala
dorang dengan selamba jer hisap rokok
aku pelik sangat-sangat
best sangat ker???
aku rasa teramat membazir la kalau korang hisap rokok
x mendatangkan faedah pown kat korang
korang fikir la apa yang korang buat...
cuba korang tengok akibat nyer
SAY NO TO ROKOK (DRUG?)
Apa hubungannya rokok dengan fitness? Sederhana saja. Tembakau sudah jadi bagian kehidupan atlit dan mereka yang mengutamakan perfomance di lapangan. Misal saja atlit baseball, pegulat, powerlifter, dan binaragawan, yang memakai tembakau, baik disengaja maupun tidak, sebagai bagian dari program diet mereka. Kini juga ada pemain football dan golf yang mengunyah tembakau. Tidak percaya? Tanya saja pada tentara, berapa banyak dari mereka yang pakai tembakau agar bisa bertempur di lapangan dalam durasi yang lama.
Saat saya masih sangat muda, ayah kerap suka wanti-wanti pada saya untuk tidak merokok karena bisa menghambat pertumbuhan dan stamina saya. Well, yang jelas saya tidak ingin bertubuh pendek selamanya, tapi saya tidak terlalu mempermasalahkan yang lainnya. Beberapa tahun kemudian, saya baru sadar jika selama ini yang dimaksud ayah saya adalah kemampuan bernafas ketimbang memasukkan asap rokok ke paru-paru. Merokok membuat nafas anda jadi pendek (gampang capek). Saya sering pria/wanita perokok di gym, kebanyakan gemuk, jelek, berbadan besar, memakai kostum spandeks ketat sehingga lemaknya kelihatan di mana-mana, sibuk menghisap rokok sebelum menghampiri treadmills dan lari diatasnya tidak sampai 10 menit. Atau angkat beban dengan teknik yang menggelikan.
Merokok bisa menghancurkan impian anda. Jika anda tengah membaca majalah ini, maka besar kemungkinan impian anda adalah punya badan mirip binaraga dan/atau kesehatan/stamina prima. Jadi jika anda melihat perokok di gym, maka anda akan tahu jika orang ini tidak pernah serius dengan apa yang dilakoninya selama ini di gym. Merokok dan fitness ? Keduanya tidak berjodoh sama sekali, bagaikan air dan minyak, bagai mengelem jelly di dinding, bagai menaruh kucing dan anjing di kandang yang sama.
Mustinya dijaman sekarang, tak perlu ada keraguan semacam itu lagi. Dengan adanya berbagai informasi berlimpah di media (bahkan sampai ke tingkat program anak-anak) soal rokok, jika anda tidak tahu bahaya rokok bagi kesehatan, pastilah anda selama ini tinggal didalam gua. Peringatan bahkan sudah tertulis pada semua iklan rokok dan bungkus rokok itu sendiri. Penyakit seperti kanker, sakit jantung, emphysema, bronchitis, dan stroke sudah siap mengintai perokok yang ogah tobat. Resiko perokok terkena sakit jantung koroner adalah 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan non perokok. Untuk stroke, resikonya 2 kali lipat. Resiko kena penyakit peripheral vascular adalah 10 kali lipat.
Kini sudah banyak perusahaan yang menolak mempekerjakan perokok, karena mereka dianggap sebagai liabilitas, bukan aset. Artinya cepat atau lambat perusahaan harus mengeluarkan uang untuk mengobati berbagai penyakit karyawannya akibat rokok. Tak hanya itu, produktifitas karyawan juga menurun karena sering mencuri waktu untuk merokok (dan tentu saja tidak bekerja selama merokok), dan itu berarti liabilitas, tidak menguntungkan perusahaan.
Perokok juga mulai dikucilkan dari publik karena dianggap membahayakan jiwa orang lain, mereka yang menghisap asap rokok secara pasif. Perokok pasif punya faktor resiko yang setara dengan asbestos, radon, benzene (American Cancer Society 2004). Ada sekitar 4000 zat kimia dan minimal 40 jenis carcinogens (zat penyebab kanker) dalam tar asap rokok, dan tentu saja, nikotin, sejenis drug yang terkandung dalam tembakau dan bisa membuat kecanduan. Mengunyah tembakau 30 menit itu sama saja dengan menenggak nikotin dari rokok sebanyak 3-4 batang.
Kalau rokok itu sama dengan kokain/heroin, kenapa tidak dilarang? Kesadaran akan bahaya rokok sudah telat datangnya. Para penguasa negeri diseluruh dunia juga banyak yang perokok. Peraturan dibuat oleh mereka. Anda tidak ingin negeri ini hancur berantakan karena para penguasanya jadi uring-uringan dan gila secara psikologis karena tidak kebagian rokok.
Di Amerika, hukum yang mengatur soal rokok dijalankan sangat ketat. Dulu, mereka mengajak remaja dalam iklannya, karena mereka sangat mudah untuk kecanduan. Kini hal itu sudah tidak terjadi lagi, bahkan merokok di publik di larang di banyak negara bagian. Malah, kini perusahaan rokok di Amerika melarang kaum muda untuk merokok, karena besarnya tuntutan hukum yang siap menghadang mereka. Sadar akan merugi, perusahaan rokok tersebut mulai mengalihkan pangsa pasarnya ke negara berkembang (disini hukum masih lemah). Privatisasi perusahaan rokok Indonesia oleh asing adalah salah satu cara saja.
Untuk apa pergi ke gym jika anda hobi menghisap 4000 zat kimia dalam wujud rokok? Perokok adalah rajanya doping di gym ! Salah besar jika perokok merasa dirinya natural. Coba pikir, anda adalah seorang binaragawan (oke lah, minimal penggemar fitness). Lalu anda perokok? Saya jamin terhitung sejak hari ini mulai merokok, anda tidak bakalan mencapai potensi tertinggi genetik anda di gym. Sudah sering saya melihat perokok tak mampu melakukan latihan apapun di gym. Kalaupun mampu, perokok tidak pernah sukses dengan transformasi fisiknya menjadi lebih baik. Fisiknya sama saja, dari tahun ke tahun, tidak ada perubahan.
Banyak yang mengira mengunyah tembakau tidak berbahaya seperti membakar/menghisap rokok. Plus diperparah banyaknya iklan salah kaprah yang memperlihatkan atlit pria macho yang mengunyah tembakau, memberi kesan jantan dan relaks. Itu sama sekali tidak benar.
Mengunyah tembakau (smokeless tobacco) seperti opa oma kita, sama buruknya, karena itu hanyalah semata memindahkan resiko kanker ke mulut dan tenggorokan, dan efeknya terhadap pembuluh darah sama saja. Resiko kanker akibat rokok antara lain bibir, oral cavity, pharynx, esophagus, larynx (pita suara), saluran kencing, pankreas, ginjal, perut, dan tentu saja, paru-paru. Mengunyah tembakau bisa merusak TSH (thyroid stimulating hormone) dan tenggorokan anda. Level TSH anda perlahan akan menaik, suara anda menjadi parau/serak.
Pemakaian smokeless tobacco meningkat belakangan ini (sejak 1999). Selama 2003 saja diperkirakan ada 1 juta remaja yang mengunyah tembakau. Iklan tembakau dituding sebagai penyebab utamanya.
Menurut National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion, lebih dari 440.000 orang Amerika meninggal tiap tahunnya karena penyakit yang diakibatkan merokok (termasuk sakit pencernaan dan pernafasan). Dan saat ini ada 46 juta orang Amerika yang aktif merokok. Atau 1 dari 4 orang Amerika. Atau lebih dari 1 milyar perokok di seluruh dunia alias 1 dari 3 orang di seluruh dunia. Diperkirakan 25,6 juta pria (25,2%) dan 22,6% wanita (20,7%) di Amerika adalah perokok. Perokok usia dibawah 18 tahun di Amerika: kulit putih (25,1% pria dan 21,7% wanita), kulit hitam Afrika atau blasterannya (27,6% pria dan 18% wanita), Hispanic/Latin (23,2% pria dan 12,5% wanita), Asia (21,3% pria dan 6,9% wanita), Indian/Alaska (32% pria dan 36,9% wanita).
Sekali anda sakit karena rokok, anda tidak akan pernah sembuh 100%. Efeknya tidak bisa di balikkan. Paru-paru adalah organ vital, sama seperti otak anda, itulah sebabnya alam melindungi paru-paru dengan tulang rusuk. Di sisi lain, anda malah berusaha merusak paru-paru dengan memasukkan asap rokok secara sengaja. Itu sangat super duper bodoh namanya. Mayoritas perokok muda tidak akan sempat merasakan sakit kanker paru-paru akibat rokok, karena kemungkinan besar mereka tak akan hidup lama karena sudah keburu meninggal karena serangan jantung, stroke, dan sakit paru-paru.
Ada kecenderungan dimana jumlah wanita perokok di Eropa Timur meningkat lebih pesat ketimbang di Asia Timur dan Pasifik. 59% pria Eropa Timur adalah perokok. Yang menarik adalah, pria yang berkecukupan secara ekonomi di negara maju, cenderung menjauhi rokok. Perokok di Amerika yang punya masa pendidikan 9-11 tahun (35,4%) jumlahnya lebih tinggi ketimbang mereka dengan masa pendidikan diatas 16 tahun (11,6%).
Kesimpulan dari statistik tersebut adalah, semakin maju tingkat pendidikan seseorang, semakin kecil kemungkinan seseorang menjadi perokok. 80% perokok tinggal di negara miskin hingga negara berkembang, sisanya di negara maju, jadi jelas sudah ada hubungan antara standar hidup sebuah negara, tingkat pendidikan, dan penghasilan masyarakatnya. Dengan kata lain, jika anda perokok, maka anda boleh menyandang gelar ‘bermental miskin dan bodoh’.
Merokok selama hamil juga bisa menyebabkan keguguran janin (5-6%), bayi terlahir dengan berat badan dibawah normal (17-26%), kelahiran prematur (7-10%), dan meningkatkan resiko kelainan kehamilan.
Untuk terkena kanker paru-paru, anda musti merokok 1 bungkus tiap hari selama 20 tahun, dan prosesnya bisa dipercepat jika porsi merokoknya ditambah. Saya kenal seorang anak muda yang mulai merokok di usia 10 sebanyak 4 bungkus sehari. Ia meninggal di usia 19 karena kanker paru-paru. Diperkirakan jumlah perokok remaja di Amerika sekitar 6 juta orang. Resiko matinya seseorang karena kanker paru paru adalah 22 kali lebih tinggi pada pria, atau 12 kali lebih tinggi pada wanita, dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Kebanyakan perokok berawal saat mereka masih muda dulu dengan berbagai alasan : menjadi pemberontak, agar diterima dalam pergaulan, agar keren, agar kelihatan dewasa, dll. Hampir semua remaja pernah alami krisis identitas diri dan merasa paling kuat sedunia. Dimata saya, remaja perokok tak berkesan apapun selain looser ! Malah sebenarnya anda adalah pemberontak sejati dengan bersikap anti rokok !
Remaja putri yang memakai rokok agar terlihat anggun, elegan, cantik, apapun itu, adalah kesalahan terbesar. Rambut dan badan mereka akan bau rokok, gigi dan jari menjadi kuning, kulit menjadi keriput seperti orang tua. Tidak ada bagusnya sama sekali. Perokok tidak ada bayangan sama sekali betapa baunya rambut, baju dan badan mereka bagi hidung non perokok lainnya, karena hidung perokok sudah kebal. Perokok baunya seperti asbak ! Butuh waktu 6 bulan agar indra penciuman dan citarasa perokok menjadi normal lagi. Bagi perokok, jeruk rasanya seperti permen, dan sup kalengan terasa sangat asin bagi perokok.
Terjadi salah pengertian diantara kaum muda dan mayoritas perokok saat ini. Mereka mengira, efek negatif merokok baru terasa 20-30 tahun kedepan, dan mereka sangat yakin tidak akan kena penyakit akibat merokok. Toh masih muda, masih kuat, kurang lebih begitulah pikiran mereka. Jika itu menjadi keyakinan anda, pastilah anda tidak benar-benar memberi perhatian pada apa yang sudah dikatakan dokter selama ini soal rokok.
Tidak perlu tunggu sampai 20 tahun kedepan, efek negatif merokok sudah bisa langsung anda nikmati sekarang juga, berupa penyempitan pembuluh darah, hanya dengan merokok sebanyak 1 bungkus saja. Kombinasi merokok dengan gaya hidup diet ala Amerika seperti makan junk-food, hamburger, French fries, dan milk shakes, kian mempercepat penyempitan arteri, tak hanya di jantung saja, tapi hampir di sekujur tubuh anda. Istilah kedokterannya adalah thromboangiitis obliterans, yang artinya penyempitan arteri yang disertai inflamasi yang berujung pada berkurangnya daya jangkau pembuluh darah. Kebanyakan menyerang kelompok umur 25-35 tahun. Hasil penelitian otopsi pada kawula muda Amerika yang meninggal dalam perang, menunjukkan banyaknya mereka yang terkena penyakit pembuluh darah pada jantung mereka di usia yang sangat muda (dibawah 25 tahun), dan jika mereka masih hidup, mereka bakal mengalami masalah kesehatan.
Saya kenal seorang dokter yang mulai merokok di usia remaja dan meninggal di usia 38 karena serangan jantung. Sangat memalukan, karena seharusnya ia lebih pintar, lebih tahu banyak soal bahaya merokok ketimbang orang awam lainnya. Fakta itu kian memperkuat kenyataan jika merokok bisa membuat anda kecanduan nikotin, dan kecanduan sangat susah disembuhkan karena berkaitan dengan otak anda.
Efek merokok berupa penyempitan arteri – dijantung, bisa mengarah pada serangan jantung fatal (sangat umum terjadi pada pria), diotak bisa menyebabkan stroke (paling sering kejadian pada wanita), di paru-paru.
Bahkan anda tidak perlu menjadi perokok. Cukup dengan berada di lingkungan penuh asap rokok, bergaul dengan perokok aktif, hanya kadang-kadang saja merokok, menjadi perokok pasif saja, anda terkena resiko penyakit yang sama dengan perokok aktif.
Adanya tar di paru paru menganggu mekanisme alami pembersih paru-paru, menyebabkan zat zat polusi udara tetap tertinggal nempel di paru paru dan saluran bronchial – hasilnya adalah meningkatnya phlegm dan batuk-batuk dan kerusakan cilia (bentuknya mirip rambut, bertugas membuang zat polutan dari saluran udara paru paru).
Ada ribuan sacs (kantung udara kecil di permukaan paru paru) yang mencakup sekitar 100 yards persegi pada permukaan paru-paru. Saat anda kena emphysema akibat tar rokok, dinding antar sacs jadi rusak. Jumlah sacs jadi berkurang (ukurannya menjadi lebih besar). Akibatnya jumlah oksigen yang mencapai darah menurun. Jika kondisi ini terus menerus berlanjut, maka anda akan megap megap saat bernafas (apalagi saat olahraga). Yang parah, kemana-mana anda musti bawa botol oksigen yang selangnya dimasukkan ke nasal cavity anda agar anda bisa nafas.
Pasien penderita emphysema yang paru-parunya masih bisa berfungsi sedikit, oleh spesialis paru-paru, disebut “pink puffers,” sedangkan mereka yang paru-parunya tak lagi berfungsi, disebut “blue bloaters” dimana mereka biasanya butuh pasokan oksigen dari tabung seumur hidupnya agar tetap bertahan hidup.
Nafas pendek akibat rokok berarti anda tidak bisa fitness dalam waktu yang sama lamanya dengan mereka yang bukan perokok. Kualitas latihan fitness perokok juga dikorbankan, susah merasakan kontraksi pada otot yang dilatihnya (syarat penting keberhasilan latihan fitness). Lupakan saja mencoba teknik forced-reps (memaksakan rep tambahan diluar jumlah rep yang sudah dilakukan) atau menjalani cardio minimal 30 menit – bagi binaragawan perokok, kedua hal itu luar biasa susahnya, dan akan memaksa mereka untuk megap megap dikala non-perokok lain masih santai santai saja.
Pernah dengar karbonmonoksida? Zat itu ada dalam jumlah banyak di asap buangan knalpot mobil, cerobong asap pabrik, dan asap rokok. Jadi perokok sama saja menghisap cerobong pabrik dan knalpot mobil. Mereka tampak lebih bodoh ketimbang Patrick-nya Spongebob jika sudah sadar dan masih melakukannya.
Perokok menghasilkan phlegm dua kali lebih banyak ketimbang non perokok. Phlegm terbentuk saat asap di kebulkan dari mulut, dan bisa membuat sistim pernafasan terganggu. Salah satu gejalanya adalah pembengkakan selaput mucus.
Umur seorang perokok jauh dibawah normal. Harapan hidup perokok berkurang sebanyak 12 tahun. Semuanya karena penyakit pembuluh darah dan paru-paru yang dibawanya. Mungkin anda sudah pernah dengar kisah tante Tilly, yang merokok seumur hidupnya dan hidup sampai umur 110. Orang seperti Tilly hanyalah satu diantara 1 milyar orang, sangat langka dan sangat genetik sifatnya. Apakah anda berani taruhan jika anda punya genetik sebagus Tilly?
Setengah dari penduduk Amerika kelebihan berat badan, dan 20 persen diantara mereka suka sakit-sakitan. Mereka penyandang faktor resiko diabetes, apalagi jika dikombinasikan dengan obesitas dan merokok, maka akan mempercepat hadirnya penyakit pembuluh darah dan secara drastis meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian sebelum waktunya (premature death). Jika anda kelebihan berat badan, diabetes, dan perokok, mustinya anda juga punya keinginan untuk mati.
Dari segi kesehatan, tak ada sisi bagus sedikitpun dari merokok. Gigi dan jari tangan anda akan menjadi kuning. Tidak banyak wanita yang mau berjodoh dengan perokok. Siapapun yang mendedikasikan dirinya sebagai atlit dalam sport apapun, benar benar bodoh jika masih mencoba untuk merokok. Merokok itu jorok, menjijikkan, bikin bau baju, norak, egois, dengan sengaja membuat sakit orang lain disekitarnya, tidak indah dipandang, idiot, merusak nyaris semua organ dalam tubuh manusia.
Nyaris semua atlit yang sukses adalah mereka yang bukan perokok plus latihan keras bertahun-tahun lamanya. Keteguhan hati untuk tidak merokok adalah salah satu faktor sukses mereka. Atlit sukses yang perokok, tidaklah sesukses atlit yang yang meluangkan sedikit perhatiannya soal efek negatif merokok.
Ada korelasi kuat antara merokok dengan rasa sakit yang dialami perokok, terutama sakit punggung, leher, bagian tubuh atas dan bawah, sakit fisik lainnya akibat kerja fisik, pusing kepala, capai / stress. Perokok lebih sering mengalami sakit nyeri otot ketimbang non perokok. Angkanya berkisar 50% lebih tinggi dari non perokok. Malahan sakit di sekujur tubuh – punggung bawah, pundak, siku, tangan, leher dan lutut – lebih tinggi kasusnya pada perokok ketimbang mantan perokok, apalagi dibandingkan non perokok. Semua kasus itu terjadi pada semua kalangan – pekerja kasar dan mereka yang berdasi.
HASIL OTOPSI PARU PARU PEROKOK YANG MENGHITAM KARENA NICOTINE
Bandingkan dengan paru paru yang masih sehat (warna darah) dibawah ini
Kenapa kita sebaiknya berhenti merokok ?
• Bisa merasakan dan mencium makanan secara lebih baik. Tidak lagi mengeluarkan bau nafas tak sedap. Tidak batuk-batuk lagi.
• Mengurangi resiko terkena kanker paru-paru, kanker lainnya, sakit jantung, stroke, penyakit paru-paru lainnya, dan penyakit lain yang berkaitan dengan nafas.
• Mantan perokok punya level kesehatan lebih baik ketimbang perokok aktif yang belum tobat. Mereka lebih jarang sakit, jarang mengeluh, jarang kena bronchitis dan pneumonia dibandingkan perokok aktif.
• Hemat uang. Di Amerika penghematannya bisa sampai US$ 700.00 per tahun. Apalagi kecenderungannya saat ini harga rokok akan terus naik.
Apa yang terjadi saat kita mencoba stop merokok ? Status candu nikotin setara dengan kokain dan heroin. Malah melebihi alkohol. Efeknya terasa langsung secara psikologis seperti pusing, gelisah, uring-uringan, depresi, frustasi, marah, capai, susah tidur, nafsu makan meningkat (nikotin mencegah rasa lapar). Semua itu terjadi karena proses pembuangan racun (detoksifikasi) dari tubuh tengah berlangsung. Nikotin mempengaruhi otak dan syarat secara kimiawi. Nikotin merangsang otak memproduksi dopamine (neurotransmitter yang membuat otak merasa nyaman dan percaya diri). “Efek yang sama bisa anda rasakan dengan rajin latihan di gym,” kata Morand. Selain dopamine, fitness juga memicu produksi neurotransmitter lain, yaitu serotonin (meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan keinginan mengkonsumsi makanan berlemak). Minimal ikut fitness 30 menit per sesi, 3-4 kali seminggu, akan membantu anda berhenti merokok, membuat anda jadi relaks, dan mudah tidur di malam harinya.
Tanpa nikotin, anda akan makan secara membabi buta karena sistim metabolisme anda bagaikan di booting ulang (reset). Makan 6 kali sehari ala binaraga serasa tidak ada artinya, tapi harus tetap dicoba. Makan sesering mungkin menstabilkan level insulin anda selama seharian, dengan begitu resiko penimbunan lemak pada tubuh bisa dikurangi. Jadi bersiaplah merencanakan semua makanan anda (low kalori dan low fat) jika anda berada di tahap itu. Diet harus jadi perhatian utama anda melebihi hari hari lainnya. Saran saya adalah, jangan mencoba diet jika tengah berusaha berhenti merokok. Anda bisa diet kapan saja jika kebiasaan merokok sudah hilang kelak. Mencoba melakukan diet dan stop merokok bersamaan, kemungkinan besar akan gagal.
Diet ala fitness dan berhenti merokok, keduanya mirip – sama sama susah luar biasa menerapkannya. Keduanya adalah mental game, karena dengan kekuatan mental sajalah anda bisa mengendalikan alam bawah sadar anda. Alam bawah sadar akan selalu berusaha mengarahkan anda mendapatkan apa yang paling anda inginkan, yaitu rokok.
Susah konsentrasi selama proses menjauhi rokok juga kerap terjadi. Sarapan pagi adalah solusi terbaik untuk membuat anda lebih segar bugar di pagi hari. Perokok cenderung mengandalkan rokok sebagai sarapan pagi sekaligus membangunkan dirinya. Sekali mereka stop merokok, beberapa kali mereka kadang melewatkan sarapan pagi, membuat kualitas aktifitas kesehariannya menurun. “Melewatkan sarapan pagi berarti kadar gula tubuh anjlok dan membuat anda merasa lemas seharian. Sarapan pagi ideal adalah campuran antara karbohidrat kompleks dan protein. Daya serap karbohidrat ke tubuh lebih cepat ketimbang protein. Mengkonsumsi keduanya bersamaan, akan menjamin ketersediaan energi selama seharian.
Walau kemahiran merokok anda sudah melebihi asap cerobong pabrik yang tengah terbakar sekalipun (hehehe), tidak ada kata terlambat bagi anda untuk berhenti merokok. Sekali anda berketetapan hati berhenti merokok, maka efek negatif merokok akan mulai menghilang saat itu juga, tak peduli sudah berapa lama anda kecanduan merokok.
1. Setelah 20 menit : Tekanan darah turun ke level yang mendekati kala sebelum anda menyalakan rokok terakhir anda.
2. Setelah 8 jam : kadar karbonmonoksida dalam darah menjadi normal.
3. Setelah 24 jam : Resiko anda terkena serangan jantung dadakan sedikit menurun.
4. Setelah 2 minggu s/d 3 bulan : Perfomance paru-paru anda meningkat 30%
5. Setelah 1 s/d 9 bulan : Penyakit seperti batuk-batuk, sinus, pegal pegal, nafas pendek – menurun; cilia (filamen kecil yang bertugas membersihkan paru-paru) mulai berfungsi normal (mengurangi infeksi paru paru).
6. Setelah 1 tahun : Resiko penyakit jantung koroner menjadi 50% lebih kecil dibandingkan perokok aktif lain yang masih belum bertobat
7. Setelah 5 tahun : Resiko terkena stroke menurun drastis
8. Setelah 10 tahun : Resiko kematian akibat kanker paru paru menurun 50% dibandingkan perokok aktif yang belum tobat
9. Setelah 15 tahun : Resiko penyakit jantung koroner kini setara dengan mereka yang tidak pernah merokok seumur hidupnya
“Tembakau juga menghalangi anda mendapatkan fisik berotot ala fitness idaman anda selama ini,” kata Scott Swartzwelder, Ph.D., profesor klinis masalah fisiologi medis di Duke University dan penulis buku “Pumped: Straight Facts for Athletes About Drugs, Supplements and Training”.
Hal-hal negatif yang bisa dialami perokok yang ikut fitness adalah sebagai berikut :
1. Stamina menurun. Saat kebutuhan oksigen meningkat (selama olahraga), maka beban yang diangkat akan kian terasa beratnya. Berkurangnya kapasitas serap oksigen pada paru-paru perokok (akibat permukaan paru paru tertutup tar nikotin), menyebabkan jumlah oksigen yang mencapai alveoli berkurang, akibatnya jumlah oksigen dalam darah berkurang. Latihan squat misalnya, akan membuat frustasi binaragawan yang memilih menjadi perokok. Cepat atau lambat, mereka akan dipaksa mengambil keputusan, terus atau stop merokok. Nikotin menyebabkan turunnya aliran darah ke sekujur tubuh. Bagi atlit yang sangat mengandalkan kecepatan dan manuver gerakan fisik yang mendadak, nikotin menimbulkan masalah syaraf pada atlit. Walau nikotin bisa membantu atlit berkonsentrasi, tapi ruginya lebih banyak lagi, karena karbonmonoksida mengurangi kemampuan anda dalam hal seberapa cepat anda bisa lakukan kontraksi pada otot anda. Semakin lambat kemampuan kontraksi otot anda, maka semakin rendah respon otot untuk menggerakkan anggota tubuh anda pada saat beraksi di lapangan. Karbonmonoksida pada rokok, jika tercampur dengan hemoglobin darah, maka akan menurunkan kemampuan sel darah merah mengikat oksigen. Hasilnya adalah stamina perokok tidak sebagus non perokok, termasuk aktfiitas fisik paling sederhana sekalipun seperti naik turun tangga.
2. Susah menambah massa otot. Menghirup karbonmonoksida dari rokok, menguras cadangan oksigen dalam otot anda, akibatnya anda akan susah mendapatkan kontraksi otot yang dikehendaki selama angkat beban, akibatnya jumlah beban yang bisa anda angkat akan menurun. “Karena anda gagal memaksa otot bekerja mencapai kemampuan genetik maksimalnya, alias mencapai batas kemampuan anaerobic-nya, maka rokok otomatis akan memaksa anda memakai beban ringan, padahal seharusnya otot anda bisa mengangkat beban lebih berat dari seharusnya jika anda bukan perokok, “ kata Swartzwelder. Jika anda berada di kondisi palsu seperti itu (angkat beban dengan berat yang lebih ringan dari seharusnya), maka anda akan kesulitan memberi stimulus yang diperlukan untuk pertumbuhan otot ke fase berikutnya yang lebih tinggi.
3. Butuh waktu lebih lama untuk menambah massa otot. Merokok itu sama saja menunda proses penyembuhan luka, karenanya berdampak langsung pada sistim mekanik fundamental resistance training. “Saat anda angkat beban / fitness guna membentuk otot, anda sama saja menciptakan luka skala mikro dalam jaringan otot yang anda latih, dan itu butuh penyembuhan,” kata Ed Morand, trainer terkemuka di pusat kebugaran di New York / Town Sports International. “Butuh 48 sampai 72 jam agar otot bisa pulih seperti semula.” Setelah sembuh (berkat istirahat), maka otot anda telah beradaptasi sedemikian sehingga otot menjadi lebih kuat untuk menghadapi latihan fitness berikutnya. Jika dibarengi nutrisi tepat, maka selain kuat, otot juga menjadi lebih besar ukurannya dibanding sebelumnya. TAPI merokok memperlambat semua proses tersebut, akibatnya otot butuh waktu lebih lama dari seharusnya untuk memperbaiki dirinya sendiri.
4. Kekuatan otot menurun. Otot anda hanya bisa menjadi sekuat tulang yang berada dibalik otot itu sendiri. Bagi kawula muda dan mereka yang berjiwa muda, mungkin paling tidak ada rasa takut sama sekali mendengar kata osteoporosis. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, semua perokok menderita penurunan mineral tulang, dan mereka semua tidak menyadarinya karena efeknya terjadi pelan tapi pasti. Tapi jika anda adalah fitnessmania yang serius (saya ragu anda berhak menyebut diri anda penggemar fitness jika anda seorang perokok), turunnya kekuatan tulang itu sama saja menurunnya kemampuan mengatasi semua stress yang terjadi selama angkat beban. “Resiko mengalami patah tulang meningkat karena rokok,” kata Swartzwelder.
5. Nutrisi anda menjadi kacau balau. Tak peduli sebaik apapun anda merancang gizi makanan, anda tidak bakalan bisa menjadi Marlboro Man. “Tembakau meningkatkan jumlah radikal bebas yang masuk ke darah,” kata Keith Ayoob, R.D., direktur nutrisi di Rose F Kennedy Center di Albert Einstein College of Medicine di New York City. Radikal bebas adalah molekul yang elektronnya tidak lengkap. Saat memasuki tubuh anda, radikal bebas akan mencuri elektron dari molekul lain (nutrisi anda) agar susunan molekulnya lengkap. Yang menjadi sasaran radikal bebas adalah protein, asam amino, dan karbohidrat – semuanya adalah unsur yang anda makan selama ini. Semua nutrisi dan supplement yang anda makan dengan harapan mendapat otot dan fisik idaman, menjadi sia sia saja karena radikal bebas. Tembakau juga membuat darah menjadi pekat dan kental dari yang seharusnya. “Karbonmonoksida dari asap rokok meningkatkan kolesterol darah, bisa menyebabkan penyempitan dan kerusakan dinding arteri,” kata Ayoob.
6. Keperkasaan pria menurun. Mentang mentang anda para pria punya bahu/pundak lebar dan pantat yang seksi nan kencang, anda menggangap enteng bau nafas tak sedap dari mulut anda dan kuningnya jari jemari anda, karena merasa bisa menyenangkan pacar anda dengan pergi ke Burger King, dan merasa kaya karena mampu membelanjakan Rp 10 juta per tahun untuk beli rokok. Tapi kelebihan anda itu tidak akan berkesan bagi wanita jika penis anda tidak bisa berfungsi sebaik ego anda. “Penelitian menunjukkan, hanya dengan menghisap sedikit rokok saja, bisa berdampak langsung pada seberapa banyak aliran darah yang mengalir ke arteri penis,” kata Swartzwelder. Perokok pria beresiko 2 kali lebih besar ketimbang non perokok untuk mengalami impotensi. Jika anda menganggap penis anda sebagai aset utama kejantanan anda, tembakau juga bisa menurunkan kemampuan sperma mencapai sel telur secara sukses.
7. Menurunkan pembakaran kalori tubuh. Nikotin memang bisa membantu membakar lemak (metabolisme menaik), disinilah timbul ide daripara atlit untuk curi-curi kesempatan untuk merokok guna membuang kelebihan kalori tubuh. Tapi jangan lupa, merokok juga menurunkan kapasitas daya tampung oksigen paru paru anda, karena kemampuan paru-paru mengembang saat anda tarik nafas dalam dalam, menjadi terbatas. “Itu artinya jumlah oksigen yang bisa disalurkan kedarah, menjadi sedikit. Padahal tubuh anda sangat mengandalkan hal tersebut untuk keperluan aerobik,” kata Morand. Tanpa oksigen, fitness dan aerobik anda tidak bakal berlangsung lama, dan ujung-ujungnya, anda hanya mampu membakar sedikit kalori, walau sudah menghabiskan waktu olahraga lebih lama dari biasanya sekalipun. Tembakau menurunkan kemampuan bakar lemak anda sendiri. “Jika anda punya kadar nikotin tinggi dalam tubuh anda, maka sistim alami cardiac anda menganggur, karena selama aerobik, tekanan darah dan detak jantung naik oleh bantuan nikotin, bukan oleh sistim cardiac anda. Dan itu tidak natural. Dalam hal ini, merokok tidak ada bedanya dengan memakai drug,” jelas Swartzwelder. ”Anda akan kehilangan 10-20% dari benefit olahraga aerobik yang seharusnya anda terima dan nikmati, dan itu semuanya gara-gara merokok.”
Bagaimana cara berhenti merokok 4 kali lebih cepat ketimbang cara normal ? Ada beberapa metode, yaitu memakai alternatif lain merokok (lihat RAGAM CARA KONSUMSI NIKOTIN pada artikel NIKOTIN: DRUG TERPOPULER SEDUNIA); ikut fitness; terapi hipnotis; akupuntur; pakai Zyban; konsultasi; pakai supplement. Cara yang paling efektif adalah yang paling cocok bagi anda, jadi anda musti cari tahu sendiri. Penelitian terbaru menunjukkan, semakin banyak kombinasi metode yang anda pakai, semakin besar proses kesembuhan anda terhadap nikotin.
Zyban adalah obat anti depresi untuk membantu anda membebaskan diri dari cengkeraman nikotin, adalah obat resep dokter yang juga dikenal dengan nama Wellbutrin (nama generiknya bupropion), terbukti mampu menurunkan efek negatif yang ditimbulkan saat seseorang berhenti memakai narkotika. Anda boleh memakainya selama 2-3 bulan, mulai dari seminggu sebelum anda buang rokok anda. “Jika anda menghisap nikotin (bukan dalam bentuk rokok) dan memakai bupropion secara bersamaan, kemungkinan lebih efektif ketimbang memakai bupropion saja,” kata Geiger. Jika paka kedua metode itu, maka 58% perokok berhasil tidak menyentuh rokok selama sebulan lebih.
Cari organisasi yang menyediakan layanan konsultasi berkaitan dengan perilaku seseorang saat mencoba stop merokok. Bisa berupa terapi individu, kelompok, telepon hotline, seminar, dll. Semuanya bisa membantu anda untuk termotivasi stop merokok. “Probabilitas keberhasilan anda akan meningkat 2 kali lipat,” kata Geiger. “Ada bagusnya anda menggabungkan terapi obat dengan terapi konsultasi, karena bisa kemungkinan suksesnya 4 kali lebih besar ketimbang mencoba stop merokok tanpa bantuan siapapun.”
Pemakaian supplement selama mencoba stop merokok juga penting. Rokok menurunkan kadar vitamin dalam darah dan meningkatkan radikal bebas dalam tubuh. Kadar homocysteine pada perokok juga diatas normal (jenis asam amino yang dikaitkan dengan penyakit jantung). Walau supplement tidak membuat anda stop merokok, tapi dengan mengkonsumsi supplement anti oksidan seperti vitamin C, E dan beta-carotene – bisa membantu kerusakan sel yang ditimbulkan akibat merokok. Vitamin B6, B12, dan folic acid bisa membantu anda melawan homocysteine. Minum 8-10 gelas air per hari juga membantu mengencerkan tar dan polutan lainnya dari paru paru.
Secanggih apapun fasilitas yang disediakan untuk berhenti merokok, semuanya tergantung motivasi, keteguhan hati, tekad bulat, dan sikap yang tak bisa diubah oleh siapapun, agar sukses. Dan binaraga / program fitness mengandung seluruh unsur tersebut.
Dengan ikut fitness di gym, walau kedengarannya agak absurb, mungkin saja bisa membantu perokok yang selama ini kekurangan motivasi, untuk berhenti merokok. Dengan menjalani latihan beban yang keras, akan tumbuh perasaan bangga pada penampilan fisik dan staminanya. Semakin besar kemajuan fisik/stamina yang didapatnya di gym, maka semakin besar keyakinan mereka bahwa merokok itu tidak bagus bagi kesehatan mereka. Sebaliknya, perokok yang tidak pernah olahraga, tidak punya tolak ukur semacam itu (sesuatu yang bisa dijadikan patokan ukuran, efek sebelum dan sesudah merokok).
Dengan ikut kelas fitness, maka cepat atau lambat, seseorang akan menjadi lebih berpengetahuan soal fisiologi dan kesehatan manusia – sesuatu yang selama ini tidak disadarinya sebagaimana kita semua tahu, para perokok tidak sepenuhnya sadar akan efek negatif merokok terhadap dirinya. Mungkin mereka tahu, tapi tidak terlalu merasakannya pada fisik mereka. Ikut fitness akan memaksa perokok merasakan anjloknya stamina fisik yang selama ini tidak pernah dirasakannya sebagai akibat merokok.
Seharusnya bahaya merokok dan zat aditif lainnya seperti narkoba, diajarkan di sekolahan dari dini. Para siswa harus diajarkan, dilibatkan, dan diberikan kuis soal rokok dalam kelompok diskusi yang ada. Kelak pelajaran tersebut akan mereka bawa selepas sekolah dan dewasa kelak, dan benefitnya sangat besar, bisa menyelamatkan ribuan jiwa dari cengkeraman nikotin.



2 comments:
pasal kau mencarut mengalahkan anak tukirin nie ?????????????????
bro
apehal ade keendonan dlm artikel nie??
Post a Comment